Showing posts with label essay. Show all posts
Showing posts with label essay. Show all posts

2013/03/20

Cara Membuat Essay (kerangka essay dan beserta contohnya)


Aduh, jadi masa-masa MABA di UNJ. Kita dikasih tugas ngebuat segala macem essay. Lupa temanya apa. Tapi yang pasti, waktu itu essay buatan saya abal-abal banget. Pas ketemu tugas essay SMA  di .:Lepi`:.  tersayang, kok kayaknya keren banget ya. SMA ngalahin calon anak kuliahan. -____- . waah, masih-siswa nih saya, bukan mahasiswa. Yuk cekidot aja tugasnya kayak apa…

-----------------------------------------------------------------------------------------

Buanglah Sampah Pada Sungainya

Dimana ada hujan, di situ banjir datang. Kata–kata itu seolah–olah telah mendarah daging diberbagai lapisan masyarakat. Ketika banjir datang, mereka seperti biasa saja dalam menghadapinya. Kalaupun ada yang menangisi rumahnya karena terendam banjir, pastilah ia baru pertama kalinya terkena banjir.

Banjir tak lebih dari saluran pembuangan yang mampet atau sungai yang meluap. Kenapa? Tak perlu ditanyakan lagi. Sudah pasti karena banyaknya sampah yang menumpuk dan menutupi aliran sungai. Ketika hujan lebat datang, sungai yang tidak mampu  lagi menampung air akan meluap karena kebanyakan menampung sampah. Ketika banjir mereda, yang tersisa tak lain adalah sampah.

Sampah? Ya, sampah. Tapi dari manakah sampah itu?  Sebagai contoh, di Jakarta. Kira – kira seperempat warga Jakarta menetap di pinggiran sungai. Biasanya tempat tinggal mereka disebut sebagai pemukiman kumuh. Limbah pembuangan mereka langsung dibuang begitu saja ke sungai. Sampah yang mereka buang kebanyakan sampah yang susah diuraikan oleh mikroorganisme, seperti sampah plastik, dan sebagainya. Sehingga dapat membuat saluran sungai tersendat dan bahkan dapat mengotori air laut.

2013/02/06

Sang Guru Ideal


     Guru ideal adalah sosok seorang guru yang dapat diterima oleh muridnya. Tidak hanya dari segi fisiknya,  tapi dalam sifatnya dan cara pengajaran terhadap murid–muridnya. Guru ideal sangat didambakan para murid–murid. Dari taman kanak–kanak hingga dosen sekalipun.
     Namun, guru ideal itu bukanlah harus menjadi sesosok seorang guru yang sempurna. Melainkan bagaimana seorang guru dapat menerapkan prinsip–prinsip seorang guru ideal dan dapat menutupi kekurangannya dihadapan murid–muridnya sampai ke kalangan masyarakat sekalipun. Seorang guru “diwajibkan” ikhlas dan berpengetahuan dalam mengajar agar tercipta karakter murid–murid yang cerdas. Dia juga harus memantapkan hati untuk mau mengajar secara ikhlas agar dia tidak terpengaruh di dalam linkungan buruknya. 

     Jadi, apa itu guru ideal? Guru yang selalu bahagai, dapat diterima, dan senantiasa ikhlas mengajar murid–muridnya. Bagaimana menjadi sesosok guru yang ideal? Guru ideal haruslah mengetahui sebenarnya apa tujuannya menjadi seorang guru. Diapun harus tau apa kewajibannya sebagai seorang guru dikalangan masyarakat.

     Sosok seorang guru yang ideal di mata murid–murid berbeda–beda. Ada yang menganggap guru yang “galak” adalah guru yang ideal. Ada pula guru yang tidak pernah memberikan pekerjaan rumah adalah ideal, karena dianggap guru yang “pengertian”. Hal tersebut adalah biasa. Adakah guru yang benar – benar berprestasi ketika dia kuliah, namun dalam hal mengajar dia dianggap gagal oleh murid? Pasti ada.

     Tidak seharusnya kita berkeinginan menjadi seorang guru yang ideal dengan mengikuti pendahulu kita. Misalkan, kita melihat guru yang berwibawa, lalu kita mengikuti jejaknya yang berwibawa dalam mengajar. Dan  ditakutkan di mata murid–muridnya adalah seorang guru yang “sok–sok” berwibawa. Murid–murid akan berbalik meremehkan guru tersebut. Tidak dapat dibayangkan apabila kita sebagai guru “dicemoohkan” di belakang murid–murid kita sendiri.

     Sebaiknya jika seorang guru menerapkan sistem pembelajaran, harus didasarkan pada karakteristik murid–muridnya dan kemampuannya dalam mengambil simpati murid–muridnya. Seperti peduli dan adil pada murid–muridnya dan juga berbagi ilmu yang dia ketahui dalam kehidupan sehari–hari.

     Seorang guru yang peduli akan lebih disayang oleh muridnya. Guru yang adil akan terlihat bijaksana di mata murid–muridnya. Dan guru yang berbagi akan membuat murid–muridnya merasa nyaman berada di dekatnya. Murid adalah seorang anak yang dititipkan kepada kita untuk menuntut ilmu demi masa depannya kelak. Dalam hal ini, haruslah menjadi seorang guru yang memiliki ciri–ciri ideal tersebut. Jika sudah bisa mengusai salah satunya, kita telah menuju ideal.

     Dalam krisis kepercayaan ini, guru harus ikut andil dalam menciptakan karakter anak bangsa untuk masa depan bangsa dan negara kelak. Kelak merekalah yang akan menjadi pemimpin dimasanya. Guru berkewajiban mencerdaskan anak bangsa tersebut.

     Tidaklah seorang guru hanya terpaku pada pengajaran mata pelajaran yang di ajarkannya. Belajar di ruang kelas, menjelaskan dengan terpaku pada buku paket, memberi pr yang banyak, tanpa ada niat yang baik dalam mencerdaskan mereka. Hendaknya guru mengajarkan batin mereka atau “hati mereka juga. Dan jangan lupakan masalah keterampilan. Keterampilan sangat dibutuhkan dimanapun juga. Percuma saja untuk mereka yang pintar namun tidak terampil.

     Sebaik – baiknya guru adalah mereka yang dengan ikhlas mengajarkan murid – muridnya. Kita yang sedang dalam tahap menjadi guru ideal pun akan bangga, jika suatu hari nanti ada seorang murid yang menunjuk kita dan dengan tegas mengatakan “BELIAULAH SANG GURU IDEAL KU”.

by: Izzaty Amalia
8 Oktober 2011

DVD Eksternal Asus SDRW-08D2S-U Portable (Komentar)

Baru beli DVD Eksternal di Lazada (QTCmart). Harganya Rp. 305.000,00. Pesan tanggal 8 Juni jam 17:00, sampai tanggal 10 Juni jam 14:00. ...